Sukabumi, selalu menjadi zona nyaman bagiku. Dan sudah lebih dari seperempat abad menghabiskan waktu di kota kecil ini. Oh ya, jangan tertipu dengan judul yang sok keminggris diatas, tulisan ini 99,9% menggunakan bahasa Indonesia dan bukannya ingin bergaya anak Jaksel pula. Kembali ke topik, wisata merupakan sebuah kegiatan dimana seseorang mencari kesenangan dan beberapa mencari ketenangan. Menghindar dari hiruk pikuk lingkungan pekerjaan, dinding-dinding beton, dan asap polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin atau solar. Agaknya mencari destinasi wisata di Kota Sukabumi ini sendiri menjadi masalah tersendiri, karena “nyaris tidak ada” suatu lokasi yang bisa dijadikan tempat berwisata.

Uang Koin Pasar Cikundul

Oke, di utara Sukabumi ada Pondok Halimun dan Selabintana tapi itu milik Kabupaten Sukabumi. Di selatan ada lebih banyak destinasi wisata, sebutlah Pelabuhan Ratu, atau yang sedang kekinian Ciletuh Geopark yang mana Pelabuhan Ratu juga termasuk kedalamnya. Barat dan Timur? Ada sih beberapa, tapi hey sekali lagi mereka milik Kabupaten Sukabumi entah itu dikelola oleh Pemerintah Kabupaten maupun pihak swasta. Lantas di Kota Sukabumi sendiri apakah ada destinasi wisata?

Beruntunglah ada GenPi yang bagiku, jujur sampai saat ini masih jadi pertanyaan sendiri, apakah GenPi itu sebuah komunitas atau bukan meski di situs genpi.co sendiri judulnya adalah “Platform No 1 Pariwisata Indonesia“. Tapi hey, mari kita hilangkan pemikiran skeptis macam itu. GenPi ini sudah hadir di Sukabumi (@genpisukabumi) dan saat ini diurus oleh kang Agus Rustiawandi, Kang Geri, Teh Irni dan kawan-kawan serta didukung oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Sukabumi. Teman-teman di GenPi Sukabumi kemudian “menyulap” sebuah tempat di Kota Sukabumi yang orang Sukabumi sendiri ada yang tidak tahu tempat macam apa itu. Kalau kamu pernah mendengar, atah bahkan berendam air panas di Cikundul, ya itulah tempat yang kumaksud.

Disulap macam bagaimana sih? Oke, rasanya terlalu hiperbola untuk mengatakan disulap. Cikundul sebenarnya sudah lama dikenal orang, baik dari Sukabumi maupun dari luar Sukabumi itu sendiri. Tapi jika membandingkan dengan destinasi wisata lain yang ada di Sukabumi, dalam hal ini porsi lebih besarnya itu Kabupaten Sukabumi, Cikundul lebih dikenal dengan tempat untuk berendam air panas saja. Padahal sebenarnya disana ada cukup banyak destinasi lain selain pemandian ari panasnya, silahkan merujuk pada artikel yang ditulis oleh Teh Nchi Hanie ini.

Bukan Cuma Tempat Berendam Air Panas

GenPi Sukabumi membuat sebuah Destinasi Pasar Digital di Cikundul ini, yang dinamakan Pasar Cikundul (@pasarcikundul). Pasar Cikundul ini konsep dasarnya merupakan sebuah pasar tradisional yang bernuansa modern. Lho, bagaimana ini, katanya Pasar Digital tapi tradisional dan modern, gak konsisten banget sih? Sabar coy gak perlu nge-gas dulu. Digital disini diinterpretasikan kepada media pemasarannya atau media publikasinya. Saat ini siapa sih orang-orang zaman now yang tidak memegang ponsel cerdas a.k.a smartphone dan memiliki akun media sosial? Rasionya mungkin lebih sedikit yang tidak daripada yang iya. Oke kita lanjut lagi ulas Pasar Cikundul ini. Sengaja dinamai “pasar” karena yaa kita harus bangga dengan bahasa kita, kan satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, bahasa Indonesia (sok nasionalis lu, ahahahha). Lah Go-Jek aja produk Indonesia yang sekarang sudah berkelas internasional tetap pakai kata Ojek yang notabene khas Indonesia di nama app mereka. Lantas, apa saja dagangan yang ada di lapak Pasar Cikundul ini? Lumayan banyak coy, ada jajanan dan makanan berat juga, tapi yang pasti sih isi lapaknya tetep bernuansa tradisional.

Selfie di Pasar Cikundul

Jajan Pake Uang Koin

Untuk dapat jajan disini, kamu harus membeli menggunakan uang koin. Eits, tapi bukan uang koin gopean atau seribu rupiah yaa, melainkan uang koin khas Pasar Cikundul.

Mie Aci dan Ulen

Nostalgia Masa Kecil

Kalau kamu pernah jajan gulali, atau nama populernya rambut nenek, atau rindu dengan gongsir, lotek, dan jajanan jaman khas baheula, nah disini tersedia lho.

Ini yang namanya Gongsir

Disuguhi Hiburan Berbeda Setiap Minggunya

Nah, Pasar Cikundul ini dibuka setiap hari Minggu yang lokasinya di Pemandian Air Panas Cikundul, dan setiap minggunya itu akan disajikan suguhan hiburan yang berbeda-beda. Minggu lalu ada Sukabumi Violin, kemudian suguhan musik keroncong, dan Saung Dongeng Sukabumi juga pernah tampil disini.

Lomba Melukis Anak-Anak PAUD
Suguhan Hiburan
Sang Pelancong Indonesia

Selain itu ada apa lagi Kang Aris?

Selain nongkrong dan berwisata, banyak lah, pegel juga nih ngetik panjang begini. Kan jarang nulis artikel blog sampai panjang begini. Pokoknya datang aja kesana, ke Pasar Cikundul. Nah, biar gak nyasar saya beri koordinatnya:

https://goo.gl/maps/5mjwJ9XBbb62

Woy, korelasi judul diatas dengan isi artikel apaan?

Sabar coy, sekali lagi gak usah nge-gas gitu donk. Ini kan blog pribadi, yang namanya blog apalagi pribadi suka-suka si empunya blog donk mau nulis judul, artikel apa, dan pake gaya bahasa apa (hehe piss) 😛

Kang Geri dan Produk Jampang-nya

Bonus: Video Review Dari Pak Ucke

Sampurasun!

Published by Aris Ripandi

My name is Aris Ripandi, a lecturer and indie web app developer who likes to handle complex problems with simple and elegant solutions. I also have interest with WordPress, DevOps and loves to learn new technologies.